Tuesday, July 19, 2016

Filsafat Manusia

Manusia adalah mahluk yang dinamis, mereka dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Hal ini dikarenakan manusia dibekali dengan akal pikiran yang mampu mengatisi setiap permasalahan yang dihadapi oleh manusia itu. Manusia selalu mecari jalan keluar alternatif yang dianggapnya paling mudah baginya dan paling bermanfaat. Dalam mencari jalan keluar itu sendiri antara individu satu dengan individu yang lain memiliki berbagai perbedaan. Perbedaan manusia dalam mengambil jalan keluar ini sangat dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekternal manusia itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri setiap masalah yang dihadapi oleh manusia akan membawa manusia kepada kedewasaan.
Manusia adalah makhluk yang unik. Setiap manusia pasti memiliki ciri khas masing masing yang membedakan antara satu manusia dengan manusia lainnya. Dengan perbedaan ini diharapkan manusia mampu menyesuaikan diri antara satu dengan yang lain. Hal ini yang kemudian akan membentuk suatu sistem sosialisasi. Sistem sosialisasi yang tercipta di masyarakat antara masyarakat satu dengan yang lainnya akan berbeda. Masyarakat kota akan memiliki cara bersosialisasi yang berbeda dengan masyarakat desa. Pada umumnya masyarakat desa memiliki pola sosialisasi yang rapat dikarenakan kerekatan yang selalu mereka bangun. Di kota, sosialisasi itu sendiri terlihat renggang dikarenakan pola hidup yang mereka jalani. Jika seseorang yang dilahirkan di desa dan kemudian besar dan menetap di desa akan dengan mudah menyesuikan diri dengan lingkungannya, diikarenakan manusia tersebut telah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya tersebut sejak dia lahir, begitu juga sebaliknya, jika seseorang dilahirkan di kota dan menetap di kota maka mereka juga akan beradaptasi dengan lingkungan kota yang kemudian membentuk dia menjadi karakter individu kota. Nah, apa jadinya ketika seseorang yang mulanya dilahirkan dan dibesarkan di desa dan kemudian berpindah di kota dikarenakan tuntutan pekerjaan? Apakah dia akan menjadi orang kota yang cenderung minim sosialisasi ataukah dia tetap menjadi orang desa yang berada di tengah tengah orang kota?
Manusia dalam hidupnya selalu memiliki pilihan. Pilihan akan mumcul bersamaan dengan datangnya suatu masalah. Begitu halnya dengan permasalahan di atas, manusia dituntut oleh lingkungannya untuk berubah guna beradaptasi dengan lingkungannya. Perubahan ini disebut juga dengan perubahan sosial. Menurut Mac Iver, perubahan sosial adalah terjadinya perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan. dinyatakan oleh beliau bahwa manusia berubah seiring dengan keinginan manusia untuk mencapai suatu titik equilibrium dimana manusia tidak merasa salam keberpihakan dan merasa nyaman dengan posisinya.
Hal ini senada dengan yang diucapkan oleh subjek yang saya angkat yang bernama dita. Dia adalah seorang pegawai bank yang awalnya dia adalah orang yang berasal dari desa. Ketika dia memperoleh pekerjaan di kota maka secara tidak langsung dia harus tinggal di kota. menurutnya kehidupan di desa di desanya dan di Surabaya sangat berbeda. Oleh sebab itu  maka dita harus dapat beradaptasi dengan kehidupan kota yang mau tidak mau harus dia jalani sekarang.
 Pada awalnya dita merasa canggung dan merasakan perbedaan cara bersosialisasi antara orang di desanya dengan orang Surabaya. Banya perbedan yang mencolok yang menurutnya memiliki nilai yang positif maupun negatif. Pola hidup, gaya hidup, cara berbicara yang berbeda menuntut dia untuk beradaptasi dengan lingkungannya sekarang.
Dia mengungkapkan bahwa banya orang dari daerah yang jika tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan Surabaya maka mereka akan terjerumus dengan hal hal yang negatif. Tuntutan akan pola hidup kota yang glamor membuat para pendatang tidak mampu beradaptasi sehingga banyak yang memilih jalan instan. Perbedaan pola kehidupan kota dan desa ini menurut teori perubahan sosial adalah suatu proses social shock dimana individu yang awalnya memiliki nilai yang dia anut yang kemudia bertemu dengan nilai baru yang menuntut dia untuk berubah. Berdasarkan teori atribusi menjelaskan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh disposisi internal dan keadaan eksternal. Dari teori ini dijelaskan bahwa manusia dalam menentukan perilakunya dipengarusi oleh pengaruh internal individu tersebut dan juga pengaruh eksternal yang ada di masyarakat. Jika dalam diri internal seseorag memiliki nilai yang tidak kuat maka pengaruh eksternal akan dengan mudah masuk dan mempengaruhi kehidupan individu tersebut.
 Menurut dita jika kita sebagai orang pendatang baru harus dapat menahan keinginan kita untuk searus dengan hiruk pikuk kehidupan kota. di kota terdapat berbagai macam tempat yang menawarkan hal hal yang negatif yang dapat merusak nilai nilai yang kita bawa dari desa. Ketika kita hidup di kota maka hal pertama yang harus kita jaga adalah pola pandang kita dan ideologi kita, sehingga walaupun banyak godaan yang yang datang maka kita tidak akan terjerumus dengan hal hal yang negatif. Kita boleh saja terkadang memanjakan diri dengan mengengikuti pola hidup kota, namun kita juga harus mengetahui batasan yang harus kita tetapkan sehingga kita tidak terpengaruh dan pada akhirnya berakibat negatif bagi kita.



Daftar Pustaka:
Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta : Penerbit Andi.
Soekanto, Soerjono . 1990 . Sosiologi Suatu Pengantar . Jakarta : Rajawali Pers.
Koentjaraningrat . 1965 . Pengatar Antropologi . Jakarta : Penerbit Universitas Jakarta.
Susanto, Phil Astrid S. 1985 . Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial . Jakarta : Penerbit Bina Cipta

No comments:

Post a Comment